Masih Ragu Berkurban? Inilah Keutamaan yang Harus Kamu Tahu
| |

Masih Ragu Berkurban? Inilah Keutamaan yang Harus Kamu Tahu

frigmont.com – Hari Raya Iduladha merupakan salah satu perayaan besar yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim. Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan menyembelih anaknya, Ismail, saat itulah dimulainya ibadah kurban dikenal. Akan tetapi, baru di masa Rasululullah SAW, syariat ibadah kurban ini disempurnakan dan dijalankan umat Islam setiap tahunnya.
Ibadah kurban juga menjadi salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga sebagai bentuk ketaatan kita terhadap perintah-Nya. Dalam pelaksanaannya, ibadah kurban memiliki banyak keutamaan yang bisa didapatkan.

Berikut 3 keutamaan dalam berkurban yang perlu kamu ketahui:

1. Sebagai Bentuk Ketaatan Kepada Allah SWT

Keutamaan dalam berkurban yaitu sebagai tanda keislaman dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Bagi umat muslim yang mampu, maka kurban menjadi ibadah yang wajib dilakukan.
Dikutip dari Bincang Syariah, kurban disebut dengan udhiyah. Dalam kitab Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu bahwa udhiyah adalah menyembelih hewan ternak dengan niat mendekatkan diri kepada Allah pada hari Iduladha dan hari-hari tasyrik.
Udhiyah disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, bersamaan dengan syariat zakat serta salat Idulfitri dan Iduladha. Ulama sepakat, udhiyah adalah ibadah yang disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an, hadis dan ijma. Dasar hukumnya adalah Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2 di mana Allah mengatakan, “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah)”. Dr. Hisamuddin menyebutkan dalam kitabnya Almufashshal fi Ahkamil Udhiyah, menurut Imam Qatadah, Atha’ dan Ikrimah, yang dimaksud ayat 2 surat Al-Kautsar adalah melaksanakan salat Iduladha dan menyembelih hewan kurban.
Rasulullah pun bersabda dalam salah satu hadistnya, “Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

2. Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Keutamaan kurban yang tak kalah penting adalah sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT. Secara tidak langsung seluruh masyarakat dapat merasakan nikmat dan berkah kebaikan dari Allah meskipun sedang dalam keadaan sulit. Ini sesuai dengan Al-Qur’an surat Al-Kautsar yang berarti banyak dan tak terhingga. Kenikmatan yang Allah berikan tak akan mampu ditandingi dengan materi serta amal yang manusia lakukan .
Kenikmatan yang Allah berikan pun hadir dalam berbagai bentuk dan hal. Seperti kesehatan, kebahagiaan, fasilitas dalam hidup dan masih banyak lagi. “Dalam surat An-Nahl ayat 18 pun disebutkan ‘Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Untuk itu, sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, manusia diperintahkan untuk salat dan berkurban. Ini juga tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2 yang merupakan lanjutan dari keterangan Allah tentang nikmat yang banyak. Sehingga, dalam memasuki bulan Zulhijah kita harus mempersiapkan ibadah dan amal saleh, puncaknya yaitu ibadah kurban.

3. Sebagai Bentuk Menyucikan Diri dan Harta Benda

Menurut HR Tirmidzi, ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang disukai dan dimuliakan oleh Allah SWT. Bagi mereka yang mampu, berkurban tak hanya dijadikan momen untuk berbagi namun juga mensucikan diri dan harta benda yang dimiliki.
Ibadah kurban diperintahkan Allah dan selalu ditunggu umat Islam setiap tahunnya, terutama masyarakat prasejahtera yang berhak menerima daging terbaik dari saudara sesama. KH Zakky Mubarak, salah satu Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pernah menulis bahwa di samping mendekatkan diri kepada Allah, kurban juga menghilangkan sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim.
“Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai rida Allah semata. Ia ‘korbankan’ segalanya (jiwa, harta, dan keluarga) hanya untuk-Nya. Oleh karena itu, pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbakan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban, itulah yang sampai kepada-Nya,” tulis KH Zakky.
Sejatinya, ibadah kurban dipersembahkan sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lewat hewan ternak terbaik yang kita bagikan kepada sesama. Ibadah istimewa ini juga menjadi bukti nyata Islam sebagai agama yang kaffah dan sangat memperhatikan hubungan sosial. Jadi, tak hanya memperhatikan dimensi vertikal, tetapi juga horizontal. Tunggu apalagi, Sahabat?
Mari berkurban sekarang bersama Global Qurban ACT melalui https://indonesiadermawan.id/GlobalQurban .
Baca Juga:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *